Just another WordPress.com site

BAB III

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 A.    Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dan data yang valid, benar dan dapat di percaya tentang hubungan  manajemen laba dengan nilai perusahaan pada manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2009.

B.     Metode Penelitian

Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adlah metode survey, yaitu dengan cara mengamati keadaan wajar dan sebenernya tanpa usaha yang disengaja untuk mempengaruhi, mengatur , atau memanipulasi data. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan korelasional. Pendekatan korelasional digunakan juga karena dapat mengetahui seberapa besar kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat, serta besar arah hubungan yang terjadi antara keduanya.

C.    Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di Bursa Efek Indonesia di Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan dan waktu penelitian akan dilakukanselama 3 (tiga) bulan dari bulan Maret sampai Mei tahun 2011.

D.    Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya[1].

Dalam penelitian ini, populasinya adalah seluruh perusahaan  manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada periode 2009. Sedangkan populasi terjangkaunya adalah perusahaan manufaktur yang dapat memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Perusahaan manufaktur yang sudah go public terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2009.
  2. Perusahaan  menerbitkan  laporan  tahunan  pada tanggal 31 Desember peride tahun 2008-2009. Kriteria ini diperlukan untuk menghitung indeks perataan laba.
  3. Data harga saham dan jumlah saham yang beredar mulai akhir Desember 2008 sampai dengan akhir Desember 2009 tersedia dibursa atau di media masa. Kriteria ini diperlukan untuk menghitung nilai Tobin’s Q
  4. Perusahaan menggunakan mata uang Rupiah dalam penilaian laporan keuanga selama tahun 2008-2009.

Berdasarkan kriteria tersebut, populasi terjangkau didapat sebanyak 120 perusahaan. Penentuan jumlah sampel dapat dilihat dari tabel Isaac dan Michael dengan taraf  kesalahan 5% didapat sebanyak 89 Perusahaan terpilih sebagai sampel penelitian.

E.     Instrumen Penelitian

Penelitian ini meneliti dua variabel, yaitu manajemen laba sebagai variabel X dan nilai perusahaan sebagai variabel Y. sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dari Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta diperoleh dari website resmi BEI (www.idx.co.id).

       1.      Variabel Bebas (Manajemen Laba)

                 a.      Definisi Konseptual

Manajemen laba dapat mengurangi kredibilitas laporan keuangan apabila digunakan untuk pengambilan keputusan, karena earnings management merupakan suatu bentuk manipulasi atas laporan keuangan yang menjadi sarana komunikasi antara manajer dan pihak eksternal perusahaan.

                  b.     Definisi Operasional

Ditinjau dari variabel perataan laba, penelitian ini termasuk multiperiod studies, bukan one-period studies. Multiperiod studies dimaksudkan untuk “menangkap” achievement dari perataan, sedangkan one-period studies dimaksudkan untuk mengidentifikasi usaha untuk meratakan.

Perataan laba yang akan diukur dalam bentuk indeks akan membedakan perusahaan yang melakukan praktik manajemen laba dengan yang tidak. Untuk tujuan ini, indeks Eckel.

indeks Eckel ini tepat jika digunakan dalam multiperiod studies.

Indeks perataan laba   = CVΔI / CVΔS

Dimana:

CV      = Koefisien variasi dari variabel, yaitu standar deviasi dibagi dengan expected value (mean).

ΔS       = Perubahan penjualan/penghasilan selama dua tahun

ΔI        = Perubahan laba bersih selama dua tahun

       2.      Variabel Terikat (Nilai Perusahaan)

                  a.      Definisi Konseptual

Nilai perusahaan merupakan gambaran dari kesejahteraan pemegang saham. Semakin tinggi nilai perusahaan maka dapat menggambarkan semakin sejahtera pula pemiliknya. Nilai perusahaan dapat dilihat melalui nilai pasar atau nilai buku perusahaan dari ekuitasnya. Dalam neraca keuangan, ekuitas menggambarkan total modal perusahaan. Selain itu, nilai pasar bisa menjadi ukuran nilai perusahaan.

b.      Definisi Operasional

Nilai perusahaan (Tobin’s Q Model). Model ini digunakan dalam penelitian yang dilakukan oleh Suranta dan Machfoedz (2003) dan Suranta dan Merdistusi (2004)[2].

Pengukuran Tobin’s Q Model sebagai berikut:

Q  = ( EMV + D ) / ( EBV + D )

Keterangan:

Q         = Nilai Perusahaan

EMV   = Nilai pasar ekuitas (Equit Market Value) dimana, EMV     = Harga saham penutupan (closing price) akhir tahun dikalikan dengan jumlah saham yang beredar akhir tahun

D         = Nilai buku dari total hutang

Beberapa penelitian terdahulu menggunakan Tobin’s Q model yang diberi symbol “Q” untuk mengukur nilai perusahaan. Perusahaan yang menunjukkan Tobin’s Q lebih besar berarti perusahaan tersebut memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya dengan baik.  

F.     Konstelasi Hubungan Antara Variabel/Desain Penelitian

Dalam penelitian ini, menggunakan analisis bivariat. penulis menggunakan bentuk desain yang umum dipakai dalam suatu korelasi, sebagai berikut:[3]

Keterangan:

Variabel X             = Manajemen Laba

Variabel Y             = Nilai Perusahaan

= Arah Hubungan

G.    Teknik Analisis Data

Untuk menganalisis data, dilakukan dengan cara uji regresi dan korelasi. Langkah-langkah perhitangan tersbut adalah[4]:

  1. Uji Persamaan Regresi

Ŷ = a + bX

Keterangan:

Ŷ         = Y yang diprediksi

a          = Nilai konstanta

b          = koefisien arah regresi

X         = Variabel bebas

Dimana rumus mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut :

a = ( ∑ Y ) ( ∑ X2 ) – ( ∑ X ) ( ∑ XY)

n∑ X2 – ( ∑ X )2

b = n∑XY – (∑X) (∑Y)

n∑X2 – (∑X)2

  1. Uji Persyaratan Analisis

Melakukan pengujian untuk mengetahui galat taksiran regresi Y atas X dengan menggunakan uji Liliefor pada taraf signifikan 0,05 dengan rumus:

Lo = F(Zi) – S(Zi)

Dimana :

Lo           = L observasi (harga mutlak terbesar)

F(Zi)       = Peluang baku

S(Zi)       = Proporsi angka baku

Hipotesa statistik :

Ho          = Galat taksiran regresi Y atas X berdistribusi normal

Hi           = Galat taksiran regresi Y atas X tidak berdistribusikan normal

Dengan kriteria hasil pengujian bahwa galat taksiran regresi Y atas X dianggap normal bila Lo < Lt

  1. Uji Hipotesis
    1. Uji Keberartian Regresi

Uji keberartian regresi digunakan untuk mengetahui apakah persamaan regresi yang diperoleh berarti atau tidak (signifikan). Perhitungan Fhitungpada uji keberartian regresi sebagai berikut:

Fhitung   =   Sreg2

Sres2

Hipotesis Statistik :

Ho       : β ≤ 0

Hi        : β > 0

Kriteria pengujian keberartian regresi adalah :

Terima Ho jika Fhitung < F tabel, yang berarti regresi signifikan

Tolak Ho jika Fhitung > Ftabel, yang berarti regresi tidak signifikan

Perhitungan keberartian regresi dan linieritas dapat dilihat pada tabel ANAVA (Analisis Varians).

Tabel

Analisis Varians

Sumber Varians

Dk

JK

KT

F

Total N ∑Y12 ∑Y12
Regresi a

Regresi (b/a)

Residu/Sisa

1

1

n-2

(∑Y1)2

n

JKreg = JK (b/a)

Jkres = ∑Y2 – JK (b/a) – JK a

(∑Y1)2

n

Sreg2 = JKreg

Sres2 = JKres

                   N

Sreg2

Sres2

Tuna cocok

Kekeliruan

k-2 JK(TC) = Jkres – JK(E)

JK (E) = ∑(∑Yk2 (∑Yk)2)

nk

STC2 = JK (TC)

k-2

Se2 = JK (E)

n-k

STC2

Se2

  1. Uji Linearitas Regresi

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah persamaan regresi merupakan bentuk linear atau tidak. Perhitungan Fhitung pada uji lineritas sebagai berikut:

Fhitung   =   STC2

Se2

Kriteria pengujian linearitas regresi adalah :

Terima Ho jika Fhitung < F tabel  dan tolak Ho jika Fhitung > Ftabel, regresi dinyatakan linear bila berhasil menerima Ho.

  1. Uji Koefisien Korelasi

Untuk menguji koefisien korelasi, digunakan rumus “r” (product moment dari Pearson). Rumus :[5]

rxy =                  n∑ XY – (∑ X) (∑ Y)

√{n∑X2 – (∑X)2}{n∑Y2 – (∑Y)2}

Keterangan :

rxy = Angka keterkaitan hubungan

n    = Jumlah sampel

X    = Jumlah skor dalam sebaran X

Y    = Jumlah skor dalam sebaran Y

  1. Uji Keberartian Koefisien Korelasi

Untuk melihat keberartian hubungan antara variabel X dan variabel Y, maka perlu dilakukan pengujian dengan menggunakan rumus yaitu:

r √ n-2

thitung  =

√ 1-r2

                Keterangan :

                thitung                  = skor signifikasi koefisien korelasi

                r                     = koefisien korelasi product moment

                n                   = banyaknya sampel

                Hipotesa statistik :

                Ho                : β ≤ 0

                Hi                 : β > 0

                Kriteria pengujian sebagai berikut :

                Terima Ho jika Fhitung < F tabel

                Tolak Ho jika Fhitung > Ftabel

Jika Hiditerima, maka koefisien korelasi signifikan, sehingga disimpulkan bahwa diantara variabel X dan Y terdapat hubungan positif. Akan tetapi bila Ho yang diterima maka tidak terdapat hubungan dari kedua variabel tersebut.

  1. Uji Koefisien Determinasi

Hal ini dilakukan untuk mengetahui berapa besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Koefisien determinasi dapat dihitung dengan rumus:

KD       =  rxy 2 x 100%

Dimana :

KD      = besar koefisien determinasi

rxy       = nilai product moment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: